Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, memimpin langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Masjid Gampong Cot Masjid, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang berlangsung serentak di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.
Acara berlangsung sejak pagi. Ratusan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi sambil membawa tas belanja untuk mendapatkan paket pangan murah. Kehadiran Wakil Gubernur, Forkopimda Aceh, Perum Bulog, kepala SKPA, dan pejabat Pemko Banda Aceh membuat suasana kegiatan di halaman masjid semakin semarak.
Baca Juga : Pemkab Aceh Timur akan Jemput Lima Nelayan yang Dibebaskan dari Thailand
Sinergi Pusat dan Daerah
Panitia membuka kegiatan dengan video konferensi yang menghubungkan Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, dan seluruh kepala daerah di Indonesia. Dalam sambutannya, para menteri menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
Usai mengikuti sesi tersebut, Wagub Fadhlullah bersama Forkopimda turun langsung membagikan paket pangan murah secara simbolis kepada masyarakat. Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, dan gula dengan harga jauh di bawah pasaran. Warga yang menerima tampak tersenyum lega, merasa terbantu dengan program yang menyentuh kebutuhan pokok sehari-hari.
77 Kecamatan di Aceh Ikut Serta
Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa kegiatan pangan murah serentak hari ini tidak hanya berlangsung di Banda Aceh. Pemerintah Aceh menggelar program ini di 77 kecamatan yang tersebar di seluruh provinsi.
“Harapan kita, program pangan murah mampu menjangkau dan memberi dampak langsung bagi semua lapisan masyarakat. Langkah ini bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Fadhlullah.
Ia menambahkan, kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog menjadi kunci keberhasilan program ini. Menurutnya, distribusi pangan yang merata akan memberi dampak langsung terhadap ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Bagian dari Peringatan HUT ke-80 RI
Secara nasional, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi pangan.
Selain membeli bahan pokok dengan harga murah, warga juga mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan petugas Bulog dan SKPA terkait mengenai stok dan distribusi pangan di Aceh. Beberapa pedagang lokal pun ikut ambil bagian, menjajakan produk olahan dengan harga terjangkau.
Baca Juga : Polres Aceh Selatan Selidiki Kebakaran Hutan & Lahan Bakongan
Antusiasme Masyarakat
Warga yang hadir mengaku bersyukur dengan adanya program pangan murah ini. Menurut Siti Aisyah, ibu rumah tangga asal Gampong Cot Masjid, harga beras di lokasi itu jauh lebih murah ketimbang di pasar.
“Alhamdulillah, dengan harga yang lebih murah saya bisa membeli lebih banyak untuk kebutuhan anak-anak. Semoga program ini sering dilakukan,” ujarnya penuh harap.
Suasana gotong royong juga terasa ketika aparat gampong membantu mengatur antrean warga agar tertib. Anak-anak tampak bermain di sekitar lokasi, sementara orang tua mereka mengantre dengan sabar untuk mendapatkan jatah pangan murah.
Komitmen Pemerintah Aceh
Menutup acara, Wagub Fadhlullah menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus hadir dalam mengatasi persoalan kebutuhan pokok. Ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi gejolak harga pangan.
“TNI, Polri, pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh elemen terkait akan terus berkolaborasi menjaga ketahanan pangan di Aceh. Kita ingin masyarakat merasa tenang dan tidak khawatir dengan ketersediaan kebutuhan pokok,” tutupnya.











