ACEH – Presiden Prabowo Subianto menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat menyampaikan pidato dalam puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah cepat dan terukur untuk menangani krisis yang berdampak luas pada masyarakat tiga provinsi tersebut.
Armada Udara Ditambah untuk Percepatan Evakuasi
Presiden menyampaikan bahwa pemerintah mengerahkan armada udara dalam jumlah besar untuk mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik, serta penanganan warga di daerah terisolasi. Menurutnya, jumlah armada yang dikerahkan meningkat drastis dibanding hari-hari sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menambah lima unit helikopter baru dalam pekan ini untuk memperkuat operasi lapangan. Selain itu, pesawat A400 yang tiba beberapa waktu lalu telah mulai bertugas mendukung mobilisasi bantuan dan relawan.
Baca Juga : 80 Persen Destinasi Wisata di Aceh Terdampak Bencana
Prabowo memastikan bahwa langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek. Ia memaparkan rencana strategis pemerintah untuk mendatangkan 200 helikopter tambahan guna memperkuat kemampuan negara menghadapi bencana alam di masa mendatang.
Respons atas Desakan Penetapan Bencana Nasional
Di tengah meningkatnya dampak bencana, sejumlah pihak sebelumnya mendesak pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dorongan ini muncul karena jumlah korban jiwa terus bertambah, sementara sejumlah desa masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus.
Pemerintah, melalui berbagai kementerian dan lembaga, terus melakukan penilaian lapangan untuk memastikan bahwa seluruh mekanisme penanganan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Presiden menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan warga serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Baca Juga : Minta Perhatian, Bupati Aceh: Banyak Mayat Belum Ditemukan
Fokus Pemerintah: Keselamatan Warga dan Pemulihan Cepat
Presiden menutup arahannya dengan menegaskan bahwa negara hadir secara penuh dalam situasi darurat ini. Pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk:
-
memperkuat bantuan kesehatan,
-
mempercepat distribusi logistik,
-
membuka akses menuju desa yang terisolasi,
-
serta memfasilitasi pemulihan infrastruktur dasar.
Dengan penambahan armada udara dan percepatan koordinasi antarinstansi, pemerintah meyakini proses penanganan dapat berjalan lebih efektif sehingga kebutuhan warga terdampak terpenuhi secara optimal.











