Kualasimpang – Jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh di Kampung Sungailiput, Kecamatan Kejuruanmuda, Kabupaten Aceh Tamiang kini kembali aman dilintasi. Lubang besar yang sebelumnya meresahkan pengendara sudah ditambal dengan aspal pada Kamis (19/9/2025) malam.
Jalan Kembali Lancar
Pantauan Sabtu (20/9/2025), arus lalu lintas dari Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya sudah normal. Kendaraan roda dua dan roda empat melaju lancar tanpa hambatan. Tidak terlihat lagi pengendara yang harus memperlambat laju karena khawatir terperosok ke lubang.
Sebelumnya, lubang berukuran panjang sekitar 90 sentimeter, lebar 40 sentimeter, dan kedalaman 10 sentimeter itu sempat menjadi biang kecelakaan kecil, terutama saat malam hari. Minimnya penerangan membuat banyak pengendara tidak sempat menghindar.
Pengendara Merasa Lega
Bagus Sanjaya, seorang pengendara yang melintas di lokasi, menyambut baik perbaikan jalan tersebut. Ia menilai tambalan aspal membuat perjalanan jauh lebih nyaman.
“Ya sudah enaklah, kan sudah ditimbun, gak berlubang lagi. Lumayan, gak bahaya lagilah,” ujarnya dengan lega.
Baca Juga : Saatnya Anak Aceh Barat Kembali ke Bangku Sekolah
Meski begitu, Bagus mengingatkan masih ada beberapa titik kerusakan di jalur yang sama. Hanya saja, kondisi gelap membuat kerusakan itu sulit terlihat. “Ada, cuma kayaknya di sana. Jalanan sudah bagus, cuma gelap sekali. Harapannya semoga dipasang lampulah, biar ada penerangannya dikit,” tambahnya.
Jalur Vital Antarprovinsi
Ruas jalan lintas nasional di Aceh Tamiang menjadi salah satu jalur vital karena setiap hari ramai dilalui kendaraan antarprovinsi. Mobil pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik kerap melintas di jalur tersebut. Kerusakan jalan sedikit saja bisa berdampak pada arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pada Rabu (17/9/2025), warga sempat menyampaikan keresahan karena lubang di Kampung Sungailiput menganga tanpa penanganan. Mereka menilai perbaikan mendesak mengingat intensitas kendaraan di jalur itu sangat tinggi.
Tambalan di Titik Lain
Selain menutup lubang di Kampung Sungailiput, petugas juga menambal sejumlah titik lain di sepanjang jalan lintas nasional wilayah Aceh Tamiang. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran transportasi dan mengurangi risiko kecelakaan.
Baca Juga : Bank Aceh Tegaskan Komitmen Ekonomi Aceh
Warga setempat berharap perbaikan tidak berhenti pada tambalan sementara. Mereka meminta pemerintah pusat maupun daerah melanjutkan perbaikan secara menyeluruh. Pemasangan lampu jalan juga dinilai penting agar jalur tetap aman saat malam hari.
“Jalan ini nyawa bagi banyak orang, soalnya semua angkutan lewat sini. Jadi jangan sampai tunggu parah dulu baru diperbaiki,” kata seorang warga lain yang ikut menyaksikan proses tambal aspal.
Harapan Perbaikan Berkelanjutan
Masyarakat Aceh Tamiang menekankan bahwa pemeliharaan jalan nasional perlu dijalankan secara rutin, bukan insidental. Mereka menilai upaya perbaikan darurat memang bermanfaat, tetapi solusi jangka panjang jauh lebih penting demi keselamatan pengendara.
Dengan perbaikan yang sudah dilakukan, arus kendaraan kini lebih tertib dan lancar. Namun, harapan besar tetap ditujukan pada peningkatan kualitas jalan dan penerangan agar jalur Medan–Banda Aceh benar-benar layak sebagai jalur utama antarprovinsi.











