BANDA ACEH – Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin, mengecam keras perlakuan tidak manusiawi terhadap lima pemuda asal Aceh Timur dan Aceh Tamiang saat bekerja di kapal nelayan cumi di Kepulauan Aru, Maluku.
Menurut Muharuddin, para korban mendapat penyiksaan, pembatasan makanan, hingga larangan menggunakan air tawar untuk kebutuhan dasar. Ia menilai praktik tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga : Aceh Barat Cerah, Gelombang Laut 1 sampai 2,5 Meter
“Kami mengutuk keras perilaku keji yang dilakukan oknum kapal. Negara harus hadir dan memastikan otak pelaku di balik praktik ini diusut tuntas agar tidak ada lagi warga Aceh yang menjadi korban,” tegas Muharuddin kepada Serambinews.com, Senin (25/8/2025) malam.
Politisi Partai Aceh itu juga mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja, terutama anak muda Aceh yang kerap terjebak janji palsu perekrutan sektor perikanan.
“Perekrutan tenaga kerja tanpa kontrak jelas melanggar aturan. Aparat harus membongkar jaringan yang terlibat, termasuk pihak yang merekrut dan menyalurkan korban ke kapal tersebut,” ujarnya.
Adapun lima pemuda yang menjadi korban adalah Osama (23), Ahyatul Kamal, dan Mohammad Azhar (22) dari Aceh Timur, serta Abdul Azis (20) dan Ahmad Idrus (20) dari Aceh Tamiang. Mereka dijanjikan kontrak dan gaji besar, namun kenyataannya hanya menerima upah Rp35–100 ribu per hari.
Baca Juga : Dedikasi Irjen Achmad Kartiko selama Menjabat Patut Diapresiasi
Selain upah rendah, mereka hanya diberi makanan terbatas dan dilarang menggunakan air tawar meski tersedia di kapal. Karena tidak tahan dengan perlakuan tersebut, pada 6 Agustus 2025 kelimanya nekat melompat ke laut dan berenang sejauh delapan mil selama sembilan jam hingga akhirnya diselamatkan nelayan setempat.
Setelah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, para korban berhasil dipulangkan ke kampung halaman pada Sabtu (23/8/2025). Kini, kelimanya sudah berada di Aceh dan dalam kondisi selamat.











