Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

ITB Normalisasi 137 Hektare Gambut untuk Sawah Produktif

Shoppe Mall

ACEH UTARA – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan dukungan pendanaan Kementerian Transmigrasi, merekomendasikan normalisasi lahan gambut seluas 137 hektare di kawasan transmigrasi Cot Girek, Aceh Utara. Rekomendasi ini muncul setelah tim menilai lahan yang terbengkalai selama puluhan tahun dapat diubah menjadi sawah produktif.

Menurut hitungan tim, potensi produksi padi bisa mencapai 1.370 ton gabah kering panen per musim dengan asumsi produktivitas 5 ton per hektare. Jika dua kali musim tanam berjalan lancar, nilai produksi tahunan diproyeksikan menyentuh Rp8,22 miliar berdasarkan harga gabah Rp6.000 per kilogram.

Shoppe Mall

Kondisi Lahan Gambut yang Terbengkalai

Saat ini, lahan gambut di UPT 5 dan UPT 6 kerap tergenang sepanjang tahun. Akibatnya, lahan hanya menjadi tanah tidur tanpa memberikan nilai ekonomi bagi warga. Padahal, kawasan tersebut merupakan lahan usaha II yang diperuntukkan bagi sekitar 800 kepala keluarga transmigran, mayoritas berasal dari Desa Cinta Makmur (UPT 6) dan Desa Babussalam (UPT 5), Kecamatan Baktiya.

Baca Juga :  BMA Salurkan Rp 2,3 Miliar untuk Fasilitas Sanitasi Miskin di Aceh

Kepala Bidang Transmigrasi DPMTransnaker Aceh Utara, Syarwani, ST, menjelaskan pihaknya telah menyusun Detail Engineering Design (DED) normalisasi sejak 2022. Rencana itu mencakup pembangunan saluran pembuangan sepanjang 8 kilometer menuju saluran induk Langkahan dengan estimasi biaya Rp1,7 miliar.

“Biaya ini sangat kecil dibandingkan potensi hasil gabah padi bagi transmigran. Sayangnya, sejak kawasan ini dibuka tahun 1981, pembangunan fisiknya belum terealisasi,” jelas Ketua Tim Ekspedisi Patriot 2 ITB, Poetro Lebdo Sambegoro, M.Sc., Ph.D., Senin (22/9/2025).

Dukungan dari Warga Transmigran

Petani transmigran di UPT 6, Lasimin, yang juga Geuchik Gampong Cinta Makmur, menegaskan warga siap menggarap lahan jika air dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, potensi sawah baru sangat penting untuk menambah penghasilan.

“Kalau airnya bisa dikeringkan, kami siap menanam padi. Selama ini lahan hanya jadi semak belukar. Padahal, kami butuh tambahan pendapatan selain dari kebun sawit,” tegas Lasimin.

Analisis Kedalaman Gambut dan Potensi Pertanian

Pengembangan Agroekologi Tingkatkan Produktivitas Pertanian – Rumah Pengetahuan – house of knowledge

Hasil penelitian tim menunjukkan kedalaman gambut di Cot Girek sekitar dua meter. Berdasarkan Permen LHK No. P.14/2017, gambut dengan kedalaman 0,5–<3 meter masuk kategori gambut dangkal. Jenis ini relatif lebih mudah dikembangkan menjadi lahan pertanian, asalkan pengelolaan air berjalan tepat.

Baca Juga :  Penjualan beras SPHP di Aceh Besar capai 128,5 ton

Pengalaman di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat membuktikan, gambut dangkal bisa berhasil dimanfaatkan untuk pertanian padi. Kunci keberhasilan terletak pada penerapan sistem tata air terkontrol, yaitu rancang muka air dua arah yang dilengkapi pintu air atau sekat. Sistem tersebut memungkinkan penurunan muka air saat persiapan tanam, lalu menaikkannya kembali guna mencegah oksidasi dan kehilangan volume gambut (peat loss).

Strategi Ketahanan Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan

Tim ITB menegaskan, normalisasi gambut tidak sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Jika dikelola dengan benar, lahan di Cot Girek dapat meningkatkan kesejahteraan transmigran sekaligus menjaga ekosistem gambut tetap lestari.

Karena itu, tim mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Sinergi ini penting agar normalisasi saluran pembuangan air tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Aceh Utara.

“Dengan kedalaman gambut yang relatif dangkal dan tata kelola air yang baik, peluang peningkatan produktivitas pangan terbuka lebar. Ke depan, proyek ini bisa menjadi model nasional untuk pengembangan kawasan transmigrasi berbasis pertanian berkelanjutan,” pungkas Poetro.

Shoppe Mall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *