Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Gubernur Aceh Minta Menaker Bangun BLK Spesifikasi Khusus

Shoppe Mall

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, meminta Menteri Tenaga Kerja RI, Prof Yassierli, ST, MT, Ph.D, membangun Balai Latihan Kerja (BLK) dengan spesifikasi khusus di Aceh. Permintaan itu ia sampaikan usai bersilaturahmi sekaligus makan siang bersama Menaker dan rombongan di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (25/9/2025).

Menurut Mualem, Aceh membutuhkan pusat pelatihan yang mampu mencetak tenaga kerja terampil dengan standar industri. Permintaan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah dituangkan secara resmi melalui surat bernomor 500.15.2/9362. Surat itu ditujukan langsung kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, dengan penekanan pada kebutuhan tenaga kerja siap pakai dengan kompetensi khusus di berbagai sektor.

Shoppe Mall

Fokus pada Sektor Strategis

Mualem menegaskan, BLK spesifikasi khusus dirancang untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan migas. Sektor-sektor tersebut menjadi tulang punggung ekonomi Aceh, sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat lokal.

Baca Juga : ITB Normalisasi 137 Hektare Gambut untuk Sawah Produktif

Dalam rencananya, BLK itu akan menghadirkan pelatihan operator alat berat, mekanik, serta teknisi peralatan pertanian modern. Dengan begitu, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik lapangan yang sesuai kebutuhan dunia industri.

“Sebagai upaya mempersiapkan kualitas SDM yang benar-benar siap kerja, kami berharap bantuan Bapak Menteri untuk menghadirkan BLK spesifikasi khusus di Aceh,” ujar Mualem. Ia menambahkan, Pemerintah Aceh siap menyediakan lahan seluas lima hektare di Aceh Besar untuk pembangunan pusat pelatihan tersebut. Menurutnya, penyediaan lahan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan

Gubernur minta Menaker bangun BLK spesifikasi khusus di Aceh - ANTARA News

Menaker Yassierli merespons positif permintaan itu. Ia mengaku memahami kebutuhan Aceh dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan permintaan industri. Untuk itu, ia berjanji akan membahasnya bersama jajaran Dirjen Kemenaker.

Selain itu, kementerian juga akan meninjau kembali peta balai kerja yang tersebar di Indonesia. Peninjauan ini dilakukan agar fasilitas pelatihan tidak tumpang tindih, dan benar-benar sesuai kebutuhan industri di daerah masing-masing. “Insyaallah akan kami kabari. Dari Kemenaker sendiri, kami sudah punya komitmen untuk membantu permintaan ini,” kata Yassierli.

Pentingnya Pelatihan yang Tepat Sasaran

Menteri Yassierli juga menekankan pentingnya arah pelatihan yang jelas. Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti sebatas kegiatan formalitas, melainkan harus menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terserap dunia industri. Ia khawatir, tanpa perencanaan yang matang, pelatihan hanya menambah jumlah lulusan tanpa peluang kerja yang pasti.

Baca Juga :  BMA Salurkan Rp 2,3 Miliar untuk Fasilitas Sanitasi Miskin di Aceh

Meski begitu, Yassierli menilai kondisi Aceh relatif baik. Angka pengangguran di provinsi itu tidak terlalu tinggi. Bahkan, Aceh sudah memiliki beberapa balai latihan kerja dengan kualitas yang cukup baik. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan yang sudah ada, sembari menunggu hasil kajian mengenai pembangunan BLK baru.

Harapan untuk Peningkatan SDM Aceh

Permintaan pembangunan BLK spesifikasi khusus ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM di Aceh. Pemerintah daerah menilai, kehadiran BLK tersebut akan membuka peluang baru, memperkuat daya saing tenaga kerja, dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah.

“Kami sudah mendengar harapan spesifik gubernur. Selanjutnya akan kami telaah secara menyeluruh, termasuk dalam kunjungan lapangan dan pertemuan lanjutan,” tutup Yassierli.

Shoppe Mall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *