ACEH – DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Pangan Aceh meningkatkan pengawasan pangan di tujuh kabupaten/kota terdampak banjir Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan tetap aman, serta mencegah tindakan penimbunan yang merugikan masyarakat.
Pengawasan Bahan Pokok Usai Banjir
Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Zulhir Destrian menjelaskan bahwa tim gabungan memeriksa sejumlah komoditas penting seperti beras, telur, daging, dan cabai. Tujuannya untuk memastikan stok terjaga dan harga tidak melonjak tanpa alasan yang wajar.
“Pengawasan kita lakukan terhadap berbagai bahan pangan penting untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar,” kata Zulhir, Selasa (2/12/2025).
Inspeksi dimulai sejak Ahad, 30 November 2025. Tim mendatangi sejumlah daerah, di antaranya Kota Banda Aceh, Sabang, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan Aceh Barat. Daerah-daerah ini menjadi fokus karena distribusi pangan sangat terdampak pascabanjir yang melanda kawasan Sumatera.
Baca Juga : Rahmat Tempuh Perjalanan 7 Jam Demi Bahan Makanan
Cegah Penimbunan dan Pelanggaran Harga
Zulhir menegaskan bahwa pihaknya memantau pedagang agar tidak menyimpan bahan pokok secara berlebihan ataupun menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). “Di sinilah peran kita mengawal, agar harga beli masyarakat tidak melampaui ketentuan,” tegasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Polda Aceh mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Kasat Reskrim dan Kanit Tipiter di setiap kabupaten/kota juga ditugaskan melakukan pemantauan distribusi pangan secara langsung guna mencegah penyimpangan.
“Kita memastikan proses distribusi berjalan normal. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan yang merugikan masyarakat,” jelasnya.
Bantuan Pangan Mengalir untuk Wilayah Terdampak
Di sisi lain, Bapanas telah menyalurkan 72,6 ton bantuan pangan untuk wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara. Bantuan tersebut didistribusikan ke Kabupaten Langkat, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Binjai, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
“Bantuan ini tentunya akan terus bertambah,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani.
Baca Juga : Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut Tembus 442 Jiwa, 402 Orang Masih Hilang
Rachmi menjelaskan bahwa bantuan pangan bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Sumatera Utara dan akan ditambah sesuai permintaan Gubernur Sumut. Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog, yang akan segera mendistribusikan tambahan pangan sesuai penugasan Bapanas.
Masyarakat Diharapkan Tetap Tenang
Zulhir berharap rangkaian inspeksi pangan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Aceh. Ia menekankan bahwa pemerintah dan aparat terus memastikan kebutuhan pangan tersedia dan terjangkau, terutama setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Dengan pengawasan ketat, ketersediaan stok bantuan, dan distribusi yang terus diperbaiki, pemerintah optimistis masyarakat dapat melalui masa pemulihan pascabencana dengan lebih tenang.











