Aceh – Jogja – 24 November 2025. Situasi banjir di Aceh Utara, Aceh Besar, dan Jogja hari ini kembali menjadi perhatian utama masyarakat. Curah hujan yang sangat tinggi selama sepekan terakhir memicu luapan air di berbagai titik hingga memaksa ratusan keluarga mengungsi. Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Baca juga: ICMI Aceh Gelar Silakwil dan Seminar Nasional
Banjir Aceh Utara: 2.481 KK Terdampak, 519 Mengungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Aceh Utara) mencatat banjir merendam 74 desa di 7 kecamatan. Akibatnya, 2.481 kepala keluarga terdampak dan 519 keluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk sejumlah meunasah.
Kabid Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Aceh Utara, Mulyadi, menjelaskan bahwa tim terus mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan.
“Sebagian warga mengungsi di meunasah. Totalnya mencapai 519 KK,” ujarnya.
Meskipun hujan mulai surut selama dua hari terakhir, genangan air masih bertahan di beberapa lokasi dengan ketinggian 30–50 cm.
Tiga desa membuka tempat pengungsian, yakni:
-
Desa Matang Jurong, Tanah Jambo Aye
-
Desa Ulee Rubek Timu, Seunuddon
-
Desa Cot Mane, Baktiya
BPBD memastikan proses evakuasi, pemantauan debit air, dan penyaluran logistik berlangsung aktif sepanjang hari.
Aceh Besar: Sawah Terendam dan Akses Jalan Terganggu
Selain Aceh Utara, wilayah Aceh Besar juga terdampak banjir. Genangan dengan ketinggian sekitar 20 cm merendam badan jalan di Gampong Geunteut dan persawahan petani seluas tujuh hektare. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.
Warga memilih bertahan di rumah karena air tidak mencapai permukiman secara signifikan. Pemerintah daerah tetap mengirimkan bantuan dan melakukan pengecekan di lokasi yang rentan banjir.
Asrama TNI di Lhokseumawe Tergenang
Banjir juga merendam rumah dinas TNI Korem 011/Lilawangsa di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Air setinggi 40 cm memaksa keluarga prajurit dievakuasi ke lokasi aman. Proses evakuasi berlangsung cepat untuk menghindari risiko tambahan akibat cuaca buruk.
Baca juga: Pemerintah Tegaskan Trayek Simeulue Tetap Berjalan
Jogja: Banjir dan Tanah Longsor Picu Akses Terputus
Di Yogyakarta, curah hujan tinggi menyebabkan banjir di beberapa titik serta tanah longsor di Kabupaten Bantul.
Underpass Kentungan di Jalan Padjajaran / Ring Road Utara masih tergenang hingga Minggu sore. Luapan terjadi karena debit air meningkat dan saluran drainase meluap.
Sementara itu, longsor di Sriharjo, Imogiri, pada Jumat (21/11) memutus akses jalan dan berdampak pada 450 warga dari dua dusun:
-
300 warga Wunut
-
150 warga Sompok
Pemerintah sudah mengirimkan bantuan dan menyiapkan tempat evakuasi yang aman.
BMKG: Puncak Musim Hujan Masih di Depan Mata
BMKG memperkirakan puncak musim hujan di Jogja terjadi pada Desember 2025 – Februari 2026. Dengan demikian, potensi banjir, genangan, hingga tanah longsor masih tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, wilayah lereng, dan daerah dengan drainase buruk.











