75 Lansia di Langsa Belajar di Alam Terbuka, Sekolah Lansia Dorong Kemandirian dan Kebahagiaan
ACEH – Sebanyak 75 siswa Sekolah Lansia dari tiga gampong, yaitu Gampong Lhok Banie, Sungai Pauh, dan Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Barat, mengikuti kegiatan belajar di alam terbuka di Taman Hutan Kota Langsa, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung penuh keceriaan dan antusiasme. Para peserta yang mayoritas berusia di atas 60 tahun mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, serta semangat kebersamaan di masa lanjut usia.
Sekolah Lansia Jadi Wadah Peningkatan Kualitas Hidup
Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kota Langsa, Marzuki, S.E.I, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan para lansia.
“Sekolah lansia ini adalah pendidikan nonformal bagi warga berusia 60 tahun ke atas. Tujuannya agar para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, sejahtera, dan bahagia,” kata Marzuki.
baca juga : Pemerintah Aceh Teken Kerja Sama OP4D dengan DJP dan DJPK
Ia menambahkan, kegiatan belajar di alam ini menjadi pertemuan ke-12 sekaligus pertemuan terakhir sebelum proses wisuda. Selama program berlangsung, para peserta mendapat berbagai pelatihan, seperti pendidikan keagamaan, kesehatan dan olahraga, keterampilan, hingga diskusi penguatan mental.
“Program ini membentuk lansia yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.
446 Lansia di Langsa Siap Diwisuda November 2025
Menurut Marzuki, tahun ini ada 446 siswa Sekolah Lansia dari 14 gampong di Kota Langsa yang akan diwisuda pada November 2025. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kependudukan dan BKKBN yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Dalduk, dan KB.
“Tanpa dukungan Pemerintah Kota Langsa dan bantuan Pemerintah Gampong, program ini tidak akan berjalan. Karena itu, kami berharap sekolah lansia terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” tutur Marzuki.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap para lansia agar mereka dapat menikmati masa tua yang bermartabat dan mandiri.
Bidan dan Aparat Gampong Dukung Penuh Kegiatan Lansia
Ketua PC Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Langsa, Agustina, S.Tr.Krb, menilai kegiatan sekolah lansia sangat penting bagi kesehatan masyarakat lanjut usia. Menurutnya, aktivitas belajar dan berinteraksi dapat menurunkan risiko penyakit degeneratif.
“Kegiatan seperti ini membantu orang tua kita menjadi lansia yang mandiri dan aktif di masyarakat, sehingga bisa menurunkan risiko penyakit yang sering menyerang di usia lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Geuchik Lhok Banie, Yusri, S.H, dan Pj Geuchik Gampong Sungai Pauh, Muttaqin, S.Tr.IP, juga menyampaikan apresiasi. Mereka berkomitmen untuk memperjuangkan keberlanjutan program sekolah lansia di tingkat desa.
“Insyaallah kami akan berkoordinasi dengan Wali Kota Langsa dan instansi terkait mengenai anggaran serta aspirasi para lansia,” ungkap Yusri.
Lansia Antusias Belajar dan Berbagi Pengalaman
Salah satu siswi Sekolah Lansia Gampong Lhok Banie, Mariani, mengaku sangat berterima kasih kepada para tutor dan penyelenggara program.
“Di sekolah lansia, kami banyak belajar tentang kesehatan fisik dan mental, ilmu agama, keterampilan, serta kegiatan sosial dan budaya. Banyak manfaatnya bagi kami,” ujarnya dengan senyum bahagia.
Hal senada disampaikan oleh dr. Hj. Dahniar, M.Kes, pensiunan ASN yang juga mengikuti kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia.
“Walau wajah sudah keriput, semangat belajar tidak boleh padam. Sekolah lansia memberi kami ruang untuk berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat spiritualitas,” katanya.
Menurutnya, sekolah lansia mampu mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat hidup, dan mengajarkan nilai-nilai positif untuk terus berbuat kebaikan.
baca juga : Sekda: Butuh Dukungan Media untuk Membangun Aceh
“Kami berharap sesama lansia tetap bahagia, aktif, dan berbuat kebajikan selama masih diberi kesempatan hidup,” pungkas Dahniar.











