Bupati Aceh Barat Minta PT Magellanic Garuda Kencana Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Emas
ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta manajemen PT Magellanic Garuda Kencana, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kecamatan Sungai Mas, untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional. Langkah ini diambil guna mencegah potensi konflik lanjutan antara masyarakat dengan pihak perusahaan, serta memastikan keselamatan pekerja, termasuk tenaga asing.
Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan permintaan tersebut saat ditemui di Meulaboh, Jumat (10/10/2025). Ia menyebut situasi di lapangan masih belum kondusif pasca terjadinya aksi protes dan pelemparan batu terhadap kapal pengeruk emas milik perusahaan pada Sabtu (4/10/2025) lalu.
“Demi keselamatan, keamanan investor dan pihak asing, karena sedang ada dinamika yang terjadi saat ini, tolong hentikan dulu sebentar aktivitas,” ujar Tarmizi.
Cegah Konflik dan Jaga Citra Investasi
Bupati menilai penghentian sementara operasi penting dilakukan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ia khawatir jika terjadi insiden terhadap tenaga kerja asing, maka citra Aceh Barat bahkan Indonesia bisa terdampak secara nasional dan internasional.
baca juga : Pemkab Aceh Besar Usulkan Pemekaran Kecamatan Seulimuem
“Kalau ada apa-apa dengan pekerja asing, nanti bisa heboh. Kita tidak ingin Aceh Barat dianggap tidak aman untuk investasi,” tegasnya.
Tarmizi juga meminta pihak perusahaan untuk memahami dinamika sosial di lapangan dan bersikap lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. Ia berharap manajemen tidak memaksakan kegiatan tambang sebelum kondisi benar-benar pulih.
Masyarakat Kecewa, Perusahaan Dianggap Abaikan Aspirasi
Menurut Tarmizi, aksi protes masyarakat di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, dipicu oleh rasa kecewa terhadap sikap perusahaan yang dinilai tetap beroperasi tanpa memperhatikan keluhan warga.
“Informasi yang kami peroleh, masyarakat marah karena perusahaan tetap beraktivitas meski sudah ada penolakan. Ini seharusnya menjadi bahan introspeksi,” katanya.
Bupati juga menyayangkan sikap perusahaan yang masih beroperasi setelah aksi protes terjadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah beberapa kali mengimbau agar PT Magellanic Garuda Kencana menghentikan aktivitas dan melengkapi dokumen perizinan yang dibutuhkan.
Klaim Pekerja Asing Terluka Diragukan
Terkait laporan adanya pekerja asing yang terluka akibat aksi pelemparan batu, Tarmizi menyebut hal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, tidak terlihat adanya batu yang masuk ke dalam kapal.
“Kalau dilihat dari video yang beredar luas, tidak tampak ada batu yang masuk ke kapal. Jadi, klaim itu masih diragukan,” ujarnya.
Pemerintah Ingatkan Warga Tidak Bertindak Anarkis
Meski memahami kekecewaan masyarakat, Bupati Tarmizi tetap meminta warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis atau pelanggaran hukum. Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan harus dilakukan secara bijak dan sesuai aturan yang berlaku.
baca juga : Penjual Kulit Harimau di Aceh Ditangkap Polisi
“Masyarakat kami minta jangan bertindak anarkis. Semua bisa diselesaikan dengan dialog dan jalur hukum,” imbau Tarmizi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap pihak perusahaan mematuhi arahan tersebut dan segera melengkapi seluruh izin operasional. Penghentian sementara diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif agar kegiatan tambang dapat kembali berjalan sesuai regulasi.











