Banda Aceh — Bupati Aceh Besar melalui Asisten II Sekdakab Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Ali, menghadiri peluncuran proyek Ersaka Forum Bangun Aceh (FBA) di The Pade Hotel, Darul Imarah, Selasa (26/8/2025).
M. Ali mengapresiasi FBA dan CBM Global yang memilih Aceh Besar sebagai lokasi pelaksanaan proyek Building Economic Resilience and Sustainable Communities in Aceh (BERSAMA) atau Membangun Ketahanan Ekonomi dan Masyarakat Berkelanjutan di Aceh. Menurutnya, proyek ini sangat penting karena menyentuh berbagai aspek pembangunan, mulai dari disabilitas, penguatan mata pencaharian, perubahan iklim hingga pengurangan risiko bencana.
Baca Juga : Komisi I DPRA Kecam Penyiksaan Lima Pemuda Aceh
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami berterima kasih kepada CBM dan FBA. Proyek ini akan berdampak besar bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan kelompok berisiko lainnya. Langkah ini nyata dalam membangun kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di Aceh Besar,” ujarnya.
Direktur Eksekutif FBA, Syaifullah Muhammad, berharap program ini bisa berkesinambungan. Ia menjelaskan, pembangunan tiga tahun ke depan akan memperhatikan aspek fisik, sosial, dan potensi lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca Juga : Aceh Barat Cerah, Gelombang Laut 1 sampai 2,5 Meter
Perwakilan CBM Global Indonesia, Mardianceh Hutauruk, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ia menegaskan, proyek ini hasil kolaborasi CBM Global dengan FBA, yang didukung pendanaan Australian Aid melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP).
Proyek BERSAMA akan berlangsung hingga Juni 2028. Fokusnya pada peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Aceh Besar, terutama melalui penguatan sektor mata pencaharian. Selain itu, proyek ini mengintegrasikan isu strategis perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana.











